<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30919869</id><updated>2011-04-22T09:41:43.375+07:00</updated><title type='text'>Lokot matogu inside</title><subtitle type='html'>Tempat menumpahkan segala tetek bengek kejenuhan diatas dunia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lokot-matogu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30919869/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lokot-matogu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lokot Matogu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13823773332959913478</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30919869.post-115262605349534223</id><published>2006-07-11T20:54:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T20:54:13.506+07:00</updated><title type='text'>Lokot matogu inside</title><content type='html'>&lt;a href="http://lokot-matogu.blogspot.com/"&gt;Lokot matogu inside&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu, Wanto sangat kesal. Sudah dua tahun berturut-&lt;br /&gt;turut hasil penjualan timnya selalu melampaui target. Baru bulan&lt;br /&gt;lalu dia gagal. Wajar dong. Bulan lalu bisnis sedang sulit. Tapi,&lt;br /&gt;bukannya pengertian yang didapatkan. Ternyata atasannya marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bagus kalau marah-marahnya di dalam ruangan. Ini marah-marah&lt;br /&gt;di ruang terbuka. Di depan semua orang! Di depan semua anak&lt;br /&gt;buahnya!. Bahkan di depan karyawan dari divisi lain. Benar-benar&lt;br /&gt;bikin malu. Wanto kesal sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan seluruh usahanya selama dua tahun ini sia-sia saja.&lt;br /&gt;Seakan-akan atasannya sudah melupakan prestasi kerjanya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah beliau sudah lupa ketika selama ini Wanto sering pulang&lt;br /&gt;malam, kerja di hari libur, bahkan tidak pernah mengambil jatah&lt;br /&gt;cutinya, karena ingin meningkatkan penjualan? Apakah kesungguhan dan&lt;br /&gt;kejujurannya dalam bekerja tidak diperhitungkan lagi? Wanto sakit&lt;br /&gt;hati. Rasanya ingin mengundurkan diri saja dari pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung, anak buahnya memberikan dukungan padanya sehingga Wanto&lt;br /&gt;tidak merasa terlalu malu. Bukan dia saja yang dimarahi kan? Bahkan,&lt;br /&gt;Tia yang baru bekerja tiga bulan segera mengeluarkan seluruh data&lt;br /&gt;kliennya yang pernah dihubungi. Tia langsung bekerja. Dia segera&lt;br /&gt;menelepon seluruh klien tersebut satu demi satu. Memang beberapa&lt;br /&gt;gagal ditelepon karena mereka sedang bepergian atau sedang rapat.&lt;br /&gt;Tapi beberapa klien bisa dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu semua orang merasa sedih dan tegang karena habis&lt;br /&gt;dimarahi, Tia segera membuat janji bertemu pada hari itu juga.&lt;br /&gt;Ternyata tiga orang kliennya bersedia diajak bertemu. Hebat! Tia&lt;br /&gt;langsung berangkat mengunjungi kliennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua karyawan lainnya mencoba kembali pada pekerjaan mereka masing-&lt;br /&gt;masing. Wanto masih uring-uringan. Hatinya masih sakit karena&lt;br /&gt;dimarahi seperti itu. Mengapa atasan tidak mau menerima hasil&lt;br /&gt;penjualan yang jelek? Kan baru satu kali? Kalau berbulan-bulan&lt;br /&gt;gagal, bolehlah marah. Ini kan baru satu kali? Hari itu Wanto tidak&lt;br /&gt;bisa berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Tia datang pagi-pagi dengan ceria. Wajahnya penuh&lt;br /&gt;senyum. Ternyata kemarin Tia berhasil mendapat order dari dua klien&lt;br /&gt;yang ditemuinya. Semua orang kaget. Mereka tidak menjual apa-apa&lt;br /&gt;kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang beberapa orang menemui klien, tapi tidak terjadi penjualan.&lt;br /&gt;Hasil penjualan Tia memberikan angin segar kepada semua orang. Wanto&lt;br /&gt;sendiri merasa lebih segar hari itu. Tia sendiri juga sedang sangat&lt;br /&gt;gembira. Dia kan masih terhitung karyawan baru? Baru tiga bulan&lt;br /&gt;bekerja. Baru lulus masa percobaan. Tapi hasil penjualan Tia kemarin&lt;br /&gt;luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang bertanya mengapa Tia bisa memperoleh dua order dalam&lt;br /&gt;sehari. Dengan polos Tia bercerita. Ketika kemarin melihat atasannya&lt;br /&gt;marah-marah, ada satu kalimat yang sangat diingat Tia. Atasannya&lt;br /&gt;berkata: "Jangan hanya bangga dengan keberhasilan masa lalu! Itu&lt;br /&gt;hanya kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan itu tidak ada gunanya kalau keberhasilan masa lalu tidak&lt;br /&gt;dipertahankan. Buatlah diri kalian bangga dengan keberhasilan setiap&lt;br /&gt;hari! Dengan keberhasilan setiap minggu! Dengan keberhasilan setiap&lt;br /&gt;bulan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiprasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata itu, Tia seperti mendapat inspirasi baru. Betul&lt;br /&gt;juga ya? Dia sempat terlena dengan keberhasilan penjualan timnya.&lt;br /&gt;Selama dua bulan dia bekerja, target selalu tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan ketiga ini Tia merasa memang kerjanya lebih santai. Terlena&lt;br /&gt;dengan keberhasilan sebelumnya. Lagipula dua bulan berturut-turut&lt;br /&gt;bekerja giat, rasanya ingin istirahat juga. Makanya, bulan lalu Tia&lt;br /&gt;tidak menghasilkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemarin, dia tergugah oleh kata-kata atasannya. Memang&lt;br /&gt;keberhasilan harus dipertahankan. Bagaimana caranya? Mulai dari&lt;br /&gt;keberhasilan setiap hari, lalu keberhasilan setiap minggu, lalu&lt;br /&gt;keberhasilan setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia bisa membuat keberhasilan setiap hari, maka pasti minggu&lt;br /&gt;yang dijalani akan menjadi minggu yang berhasil. Kalau setiap minggu&lt;br /&gt;adalah minggu yang berhasil, maka sudah pasti bulan itu akan menjadi&lt;br /&gt;bulan keberhasilan. Jadi kuncinya adalah mencari keberhasilan setiap&lt;br /&gt;hari. Lebih mudah dan lebih ringan untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Tia kini mencoba mengatur agar setiap hari menjadi hari&lt;br /&gt;keberhasilan. Mungkin dia belum tentu bisa menjual setiap hari, tapi&lt;br /&gt;setiap hari tetap bisa diisi dengan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin terjadi dua penjualan dan satu janji untuk mengirimkan&lt;br /&gt;brosur. Hari ini brosur harus segera dikirim sesuai dengan janjinya.&lt;br /&gt;Pagi ini Tia juga berhasil menelepon pelanggan yang biasanya sulit&lt;br /&gt;ditelepon karena terlalu sibuk. Berarti itu juga sebuah&lt;br /&gt;keberhasilan. Menyenangkan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bisa mengisi setiap hari menjadi hari keberhasilan. Wah, hidup&lt;br /&gt;ini menjadi menyenangkan bagi Tia. Dia merasa lebih hidup. Bekerja&lt;br /&gt;menjadi lebih mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanto malu mendengar cerita Tia yang polos. Kemarin dia sakit hati,&lt;br /&gt;malu, dan tersinggung karena dimarahi di depan orang lain, makanya&lt;br /&gt;kemarin perkataan atasannya tersebut tidak diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tia lain. Ketika dimarahi kemarin, dia mendengarkan. Akibatnya&lt;br /&gt;Tia mendapat ilmu baru. Menjadikan setiap hari menjadi hari penuh&lt;br /&gt;keberhasilan. Wanto juga ingin begitu. Fill your day with&lt;br /&gt;achievement! With Success! Have successful days, weeks, and months!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Potensi Diri - Sukses  oleh Lisa Nuryanti, Pemerhati Etika&lt;br /&gt;dan Kepribadian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30919869-115262605349534223?l=lokot-matogu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lokot-matogu.blogspot.com/feeds/115262605349534223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30919869&amp;postID=115262605349534223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30919869/posts/default/115262605349534223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30919869/posts/default/115262605349534223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lokot-matogu.blogspot.com/2006/07/lokot-matogu-inside.html' title='Lokot matogu inside'/><author><name>Lokot Matogu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13823773332959913478</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
